BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Cagar budaya adalah daerah yang kelestarian hidup
masyarakat dan peri kehidupannya dilindungi oleh undang-undang dari bahaya
kepunahan. Menurut UU no. 11 tahun 2010, cagar budaya adalah warisan budaya
bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur
Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di
air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi
sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan melalui
proses penetapan.
Setu Babakan atau Danau Babakan terletak di Srengseng
Sawah, kecamatan Jagakarsa, Kotamadya Jakarta Selatan, Indonesia dekat Depok
yang berfungsi sebagai pusat Perkampungan Budaya Betawi, suatu area yang
diperuntukkan untuk pelestarian warisan budaya Jakarta, yaitu budaya asli Betawi.
Perkampungan budaya Betawi ini didirikan pada tanggal 18
Agustus 2000 melalui Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 92 tahun 2000 yang
dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu yaitu Sutiyoso
Situ Babakan merupakan danau buatan dengan area 30
hektare (79 akre) dengan kedalaman 1-5 meter dimana airnya berasal dari Sungai
Ciliwung dan saat ini digunakan sebagai tempat wisata alternatif, bagi warga
dan para pengunjung.
Taman disekitarnya ditanami dengan beragam pohon
buah-buahan yaitu Mangga, Palem, Melinjo, Rambutan, Jambu, Pandan, Kecapi,
Jamblang, Krendang, Guni, Nangka Cimpedak, Nam-nam, dan Jengkol.
Banyak kuliner khas Betawi terdapat disini, antara lain
Kerak Telor, Toge Goreng, Arum Manis, Rujak Bebek, Soto Betawi, Es Potong, Es
Duren, Bir Pletok, Nasi Uduk, Nasi Ulam, Lontong Sayur, dll.
Wisata budaya yang disajikan antara laim rumah-rumah khas
Betawi yang dibagi menjadi 3 macam, pertama rumah Betawi gudang atau kandang,
kedua rumah Betawi Kebaya atau Bapang, dan yang ketiga adalah rumah Joglo,
hampir serupa dengan rumah khas Yogyakarta.
Keseniannya berupa Lenong, Tari Topeng, Tanjidor,
Marawis, Gambang Kromong, Tari Lenggang Nyai, dan Tari Narojeng.
Upacara Adat yang ada di perkampungan Betawi Setu Babakan
adalah Penganten Sunat, Pindah Rumah, Khatam Qur'an, dan Nujuh Bulan.
Mayoritas penduduk di Setu Babakan adalah Betawi, dengan
program dari pemda DKI untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada untuk
mengakomodasi kebutuhan ruang terbuka hijau, serta area untuk resapan air, setu
babakan berbenah diri dengan dukungan penuh dari pemda DKI
Fungsi dari Setu ini bukan hanya untuk tempat
melestarikan kebudayaan betawi yang makin tergerus oleh zaman, tetapi digunakan
juga sebagai tempat alternatif rekreasi yang berlokasi di selatan jakarta.
selain fungsi utamanya sebagai penampung air resapan untuk selatan jakarta.
1.2 Batasan Masalah
Batasan
masalah dari penelitian ini adalah :
1. Bagaimana cara melestarikan
1.3 Rumusan
Masalah
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah :
1. Bagaimana sejarah Setu Babakan?
2. Manfaat apa yang ada di Setu Babakan?
3. Bagaimana arsitektur di Setu Babakan?
1.4 Tujuan
Tujuan
dari penelitian ini adalah :
1. Melestarikan Setu Babakan
2. Mengetahui arsitektur di Setu Babakan
1.5 Metode Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data penulis melakukan beberapa
metode yaitu :
1. Pengumpulan
data primer
Data primer
ini di dapat dengan survey langsung ke Setu Babakan
2. Pengumpulan
data sekunder
Data sekunder
ini di dapatkan dari beberapa sumber yang dapat di cari di internet seperti wikipedia
dan juga website lainnya.
1.6 Sistematika Penulisan
Secara garis besar, penulisan cagar
alam Setu Babakan dapat di deskripsikan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Mengemukakan gambaran umum
mengenai penelitian yang mencakup latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan
sistematika penulisan.
BAB II TELAAH PUSTAKA
Menguraikan landasan-landasan
yang ada pada kajuan pustaka mengenai Setu Babakan. Kajian pustaka ini yang
akan menunjang penelitian arsitektur.
BAB III GAMBAR
KAWASAN / BUILDING
Menguraikan
gambaran kawasan / building yang menjadi penelitian arsitektur mengenai keadaan
dilapangan seperti apa. Menguraikan mengenai metode penelitian secara detail
hingga mencapai tujuannya.
BAB IV USULAN
PELESTARIAN
Menguraikan mengenai
usulan pelestarian cagar budaya Setu Babakan. Usulan tersebut merupakan harapan
kedepannya untuk pelestarian budaya Betawi.
BAB V
KESIMPULAN
Membuat kesimpulan secara
singkat dan padat mengenai latar belakang, uraian temuan dari penelitian yang
telah dilakukan.
No comments:
Post a Comment