Tuesday, March 13, 2018

BAB 1


BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

Cagar budaya adalah daerah yang kelestarian hidup masyarakat dan peri kehidupannya dilindungi oleh undang-undang dari bahaya kepunahan. Menurut UU no. 11 tahun 2010, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan melalui proses penetapan.
Setu Babakan atau Danau Babakan terletak di Srengseng Sawah, kecamatan Jagakarsa, Kotamadya Jakarta Selatan, Indonesia dekat Depok yang berfungsi sebagai pusat Perkampungan Budaya Betawi, suatu area yang diperuntukkan untuk pelestarian warisan budaya Jakarta, yaitu budaya asli Betawi.
Perkampungan budaya Betawi ini didirikan pada tanggal 18 Agustus 2000 melalui Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 92 tahun 2000 yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu yaitu Sutiyoso
Situ Babakan merupakan danau buatan dengan area 30 hektare (79 akre) dengan kedalaman 1-5 meter dimana airnya berasal dari Sungai Ciliwung dan saat ini digunakan sebagai tempat wisata alternatif, bagi warga dan para pengunjung.
Taman disekitarnya ditanami dengan beragam pohon buah-buahan yaitu Mangga, Palem, Melinjo, Rambutan, Jambu, Pandan, Kecapi, Jamblang, Krendang, Guni, Nangka Cimpedak, Nam-nam, dan Jengkol.
Banyak kuliner khas Betawi terdapat disini, antara lain Kerak Telor, Toge Goreng, Arum Manis, Rujak Bebek, Soto Betawi, Es Potong, Es Duren, Bir Pletok, Nasi Uduk, Nasi Ulam, Lontong Sayur, dll.
Wisata budaya yang disajikan antara laim rumah-rumah khas Betawi yang dibagi menjadi 3 macam, pertama rumah Betawi gudang atau kandang, kedua rumah Betawi Kebaya atau Bapang, dan yang ketiga adalah rumah Joglo, hampir serupa dengan rumah khas Yogyakarta.
Keseniannya berupa Lenong, Tari Topeng, Tanjidor, Marawis, Gambang Kromong, Tari Lenggang Nyai, dan Tari Narojeng.
Upacara Adat yang ada di perkampungan Betawi Setu Babakan adalah Penganten Sunat, Pindah Rumah, Khatam Qur'an, dan Nujuh Bulan.
Mayoritas penduduk di Setu Babakan adalah Betawi, dengan program dari pemda DKI untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada untuk mengakomodasi kebutuhan ruang terbuka hijau, serta area untuk resapan air, setu babakan berbenah diri dengan dukungan penuh dari pemda DKI
Fungsi dari Setu ini bukan hanya untuk tempat melestarikan kebudayaan betawi yang makin tergerus oleh zaman, tetapi digunakan juga sebagai tempat alternatif rekreasi yang berlokasi di selatan jakarta. selain fungsi utamanya sebagai penampung air resapan untuk selatan jakarta.

1.2       Batasan Masalah

Batasan masalah dari penelitian ini adalah :
1.    Bagaimana cara melestarikan

1.3       Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah :
1.    Bagaimana sejarah Setu Babakan?
2.    Manfaat apa yang ada di Setu Babakan?
3.    Bagaimana arsitektur di Setu Babakan?

1.4       Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah :
1.    Melestarikan Setu Babakan
2.    Mengetahui arsitektur di Setu Babakan

1.5         Metode Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data penulis melakukan beberapa metode yaitu :
1.    Pengumpulan data primer
Data primer ini di dapat dengan survey langsung ke Setu Babakan
2.    Pengumpulan data sekunder
Data sekunder ini di dapatkan dari beberapa sumber yang dapat di cari di internet seperti wikipedia dan juga website lainnya.
1.6       Sistematika Penulisan


Secara garis besar, penulisan cagar alam Setu Babakan dapat di deskripsikan sebagai berikut :

BAB I              PENDAHULUAN
Mengemukakan gambaran umum mengenai penelitian yang mencakup latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan sistematika penulisan.

BAB II             TELAAH PUSTAKA
Menguraikan landasan-landasan yang ada pada kajuan pustaka mengenai Setu Babakan. Kajian pustaka ini yang akan menunjang penelitian arsitektur.

BAB III           GAMBAR KAWASAN / BUILDING
Menguraikan gambaran kawasan / building yang menjadi penelitian arsitektur mengenai keadaan dilapangan seperti apa. Menguraikan mengenai metode penelitian secara detail hingga mencapai tujuannya.

BAB IV           USULAN PELESTARIAN
Menguraikan mengenai usulan pelestarian cagar budaya Setu Babakan. Usulan tersebut merupakan harapan kedepannya untuk pelestarian budaya Betawi.



BAB V           KESIMPULAN
Membuat kesimpulan secara singkat dan padat mengenai latar belakang, uraian temuan dari penelitian yang telah dilakukan.
 


No comments:

Post a Comment