KRITIK
IMPRESSIONIS
(Imppressionis Criticism) Kritik dipakai sebagai
alat untuk melahirkan karya seni baru.
Kritik ini menggunakan karya seni
atau bangunan sebagai dasar bagi pembentukan karya seninya.
Kritik impresionis dapat berbentuk
:
· - Verbal
discourse (narasi verbal puisi atau prosa)
·
- Caligramme
(paduan kata)
·
- Painting
(lukisan)
·
- Photo image
(imagi foto)
·
- Modification of
building (Modifikasi bangunan)
Berikut salah satu contoh kritik
arsitektur dengan menggunakan kritik impressionis :
Museum Purna Bakti Pertiwi
Museum Purna
Bhakti Pertiwi merupakan salah satu wahana edukasi di sekitar
Kawasan Taman Mini Indonesia Indah yang berisikan koleksi cindera mata dan tanda
penghargaan terhadap pengabdian Presiden Republik Indonesia Ke-2, H.
M. Soeharto.
Bentuk arsitektur bangunan mengacu pada kearifan lokal nusantara
yaitu Nasi Tumpeng. Makna bangunan tumpeng melambangkan
ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha
Esa serta ucapan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia.
Di Halaman sekeliling Museum terdapat Griya Mahabharata, Griya
Makutha Rama, dan Kapal Perang KRI Harimau, saksi bisu pertempuran
pembebasan Irian Barat. Terdapat pula koleksi anggrekdan tanaman
langka Nusantara.
Ventilasi pada Museum
Purna Bakti Pertiwi
Arti atau lambang warna
Merah
: Melambangkan keberanian dan
membela kebenaran
Kuning Gading : Melambangkan kegembiraan dan kebahagiaan
Hijau
:
Melambangkan ketentraman dan kedamaian
Lidah Api mempunyai arti atau simbol yaitu kesaktian dan kesucian
gambar : google








No comments:
Post a Comment