CT-SCAN
Pengertian CT - Scan
Alat CT scan adalah generator pembangkit sinar-x yang bila
dioperasikan oleh operator akan mengeluarkan sinar-x dalam jumlah dan waktu
tertentu.
CT Scan adalah suatu prosedur yang digunakan untuk
mendapatkan gambaran dalam dari berbagai sudut kecil dari organ tulang
tengkorak dan otak serta dapat juga untuk seluruh tubuh.
Kegunaan CT-Scan
CT atau CAT scan adalah tes x-ray khusus yang dapat memproduksi
gambar penampang tubuh dengan teknik menggunakan x-ray dan bantuan komputer.
Gambar-gambar yang dihasilkan memungkinkan seorang ahli radiologi, untuk
melihat bagian dalam tubuh seperti Anda akan melihat bagian dalam roti dengan
cara mengirisnya .
Jenis sinar-x khusus, mengambil “gambar” dari potongan tubuh
sehingga dokter Radiologi bisa melihat dengan detail pada daerah tertentu. CT
scan sering digunakan untuk mengevaluasi otak, leher, tulang belakang, dada,
perut, panggul, dan sinus.
Sejarah Perkembangan CT-Scan
-
Tahun 1917, J.H. Radon melakukan transformasi
radon, gambar dari objek yang tidak diketahui dapat digambarkan dari proyeksinya
-
Tahun 1963, A.M. Cormack mulai mengembangkan teknik
untuk menentukan distribusi penyerapan tubuh manusia
-
Tahun 1972, G.N. Hounsfield dan J. Ambrose menghasilkan
gambaran CT pertama kali untuk keperluan klinis
-
Tahun 1974, 60 unit CT terpasang untuk pemeriksaan
kepala
-
Tahun 1975, First Whole Body scanner in
clinical use. Untuk pertama kalinya CT-Scan dapat digunakan untuk pemeriksaan seluruh
tubuh
-
Tahun 1979, Hounsfield dan Cormack dianugerahi hadiah
nobel
-
Tahun 1989, diperkenalkannya Spiral CT
-
Tahun 1998, diperkenalkannya Multislice CT
-
Tahun 2000, lebih dari 30000 clinical CT
Installations
Perkembangan CT – SCAN dari generasi ke generasi
Perkembangan CT Scan sangat pesat. Dimulai dari generasi I
yang hanya memiliki satu detector dan menggunakan berkas Pencil Beam, sampai
yang sekarang ini sudah menggunakan Multi Slice Detector (MSCT) dan Dual Source
CT (DSCT).
1. Generasi Pertama
Perintis : EMI, London, 1977
X-ray : pencil beam
Gerakan :
translate – rotate
Detektor : single detector
Rotasi : 180 derajat
Waktu : 4,5 – 5,5 menit / scan
slice
Applikasi : head scan
Pada generasi
pertama prinsip pergerakan tabung menggunakan prinsip yang dinamakan
translation-rotation. Dimana pada generasi ini hanya memiliki satu detektor dan
untuk menghasilkan satu scanning lengkap memerlukan waktu scanning 135-300s.
2. Generasi Kedua
Merupakan pengembangan dari generasi ke satu.
X-ray : narrow fan
beam
Gerakan : translate – rotate
Detektor : multi detector ( 3-60)
linier array detector
Rotasi : 180 derajat
Waktu : 20 detik - 2 menit /
scan slice
Aplikasi : head scanner
CT scan
generasi kedua masih menggunakan prinsip translation-rotation tapi yang membedakannya
dengan generasi pertama pada generasi ini digunakan detektor berjenis series. Pada
generasi ini waktu yang diperlukan untuk satu kali scanning paling cepat sebesar
5 – 150s.
Pengembangan dari generasi kedua.
X-ray : wide fan beam
Gerakan : rotate – rotate
Detektor : multi detector (10-280) curve array
detector
Rotasi : 360 derajat
Waktu : 1,4-14 detik / scan slice
App : whole
body scanner
Generasi ketiga ini antara pergerakan tabung dan detektornya
menggunakan prinsip rotation. Dimana bentuk dari detektornya setengah lingkaran.
Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk satu kali scanning pada generasi ini paling
cepat sebesar 0,4 – 10s.
4. Generasi Keempat
Pengembangan
dari generasi III
X-ray
: wide fan beam
Gerakan
: stationary-rotate system
Detektor
: multi detector (424-2400)
slip ring
detector
Rotasi
: 360 derajat
Waktu
: 10 detik / scan slice
App
: whole body scanner
CT Scan generasi
ini detektornya berbentuk seperti cincin yang dinamakan ring. Sehingga hanya
tabungnya saja yang berputar 360 derajat dan detektornya statis (diam). Waktu
yang diperlukan untuk satu kali scanning selama 1 – 5s. Gambaran pergerakan tabung
sinar-x dan detector
5. Generasi Kelima (Electron Beam Technique)
Pemindai CT buatan pabrik Imatron tidak memiliki tabung
sinar-X tapi
memiliki senapan elektron yang menghasilkan berkas elektron
pada 130kV yang
dipercepat di sepanjang tabung. Sinar elektron difokuskan
oleh kumparan
elektromagnet, ke sebuah titik fokus kecil pada sebuah
cincin tungsten. Daerah
target ini kemudian bergerak sepanjang cincin.
Sinar-X yang dihasilkan oleh proses perlambatan dan
kolimator membentuk
berkas sinar-X ini menjadi berkas kipas yang akan “menyapu”
pasien. Perbedaan
intensitas sinar-X akan dideteksi oleh bank detektor
solid-state dan keluarannya
akan dibuah menjadi sinyal digital oleh Sistem Akuisisi
Data. Data disimpan dalam
memori yang besar dan dipindahkan ke penyimpanan cakram
magnetik yang
kemudian diubah menjadi gambar irisan penampang melintang.
Tidak ada bagian
yang bergerak dalam sistem ini sehingga waktu pemaparan
dapat dikurangi menjadi
50ms per irisan. Sampai dengan 17 irisan per detik dapat
diambil, memungkinkan
unit pemindai CT ini untuk pencitraan obyek yang bergerak
seperti seperti jantung.
6. Generasi Keenam (Spiral / Helical CT)
Pengembangan dari generasi III dan IV
X-ray :
wide fan beam
Gerakan :
stationary-rotate system
Meja bergerak dalam
terowongan gantry selama scanning
(spiral CT)
Detektor :
multi detector (424-2400) slip ring detector
Rotasi
: 360 derajat
Waktu
: <10 detik / scan slice
App
: whole body scanner (multi slice, 3D, 4D)
Akuisisi data dilakukan dengan meja bergerak sementara tabung
sinar-x berputar, sehingga gerakan tabung sinar-x membentuk pola spiral terhadap
pasien ketika dilakukan akuisisi data. Pola spiral ini diterapkan pada konfigurasi
rancangan CT generasi ketiga dan keempat.
7. Generasi Ketujuh (Multi Array Detector CT / Multi Slice
CT)
Dengan menggunakan multi array detector, maka apabila kolimator
dibuka lebih lebar maka akan dapat diperoleh data proyeksi lebih banyak dan juga
diperoleh irisan yang lebih tebal sehingga penggunaan energy sinar-x menjadi lebih
efisien.
8. Generasi Kedelapan (Dual Source CT)
Dual Source CT (DSCT) menggunakan dua buah tabung sinar-x dan
terhubung pada dua buah detector. Masing-masing tabung sinar-x menggunakan tegangan
yang berbeda. Yang satu menggunakan tegangan tinggi (biasanya sekitar 140 KV) dan
tabung yang lainnya menggunakan tegangan rendah (sekitar 80 KV).
Teknik Sequence
Pada CT-Scan tipe generasi lama proses pengambilan gambar dengan
memakai teknik sequence yakni meja pasien bergerak maju terlebih dahulu baru kemudian
tabung sinar-x melakukan eksposure sambil berputar mengelilingi pasien, jadi bergerak
secara bergantian. Dengan memakai teknik sequence ini maka waktu yang dibutuhkan
untuk satu pengambilan gambar lebih lama karena satu kali putaran gantry hanya menghasilkan
satu potongan gambar.
Teknik Spiral
Pada CT-Scan multi slice / Emotion Duo proses pengambilan gambarnya
menggunakan teknik Spiral (kontinyu) yakni meja pasien bergerak maju dan secara
bersamaan tabung sinar-x melakukan eksposure sambil mengelilingi pasien. Lamanya
proses ini ditentukan oleh beberapa luas objek yang akan diambil gambarnya, jenis
organ atau jaringan. Pada tipe ini sudah menggukan multi slice sehingga waktu
yang dibutuhkan untuk satu penggambilan gambar lebih singkat karena satu kali putaran
gantry bisa mengasilkan dua atau lebih potongan gambar dan gambar yang dihasilkan
lebih detail dari pada single slice.
BAGIAN-BAGIAN CT-SCAN
1.
PATIENT TABLE
-
Meja pemeriksaan merupakan tempat pasien diposisikan
untuk dilakukannya pemeriksaan CT-Scan.
-
Setiap scanning satu slice selesai, maka meja pemeriksaan
akan bergeser sesuai ketebalan slice ( slice thickness ).
-
Terletak dipertengahan gantry dengan posisi
horizontal
-
Dapat digerakkan maju, mundur, naik dan turun dengan
cara menekan tombol
2.
GANTRY
Pada gantry ini juga dilengkapi dengan indikator
data digital yang memberi informasi tentang ketinggian meja pemeriksaan, posisi
objek dan kemiringan gantry. Tabung sinar-x dan detektor yang letaknya selalu berhadapan
didalam gantry akan berputar mengelilingi objek yang akan dilakukan scanning.
3.
X-RAY TUBE
X- Ray tube berfungsi sebagai pembangkit sinar-X
dengan sifat:
-
Bekerja pada tegangan tinggi diatas 100 kV
-
Ukuran focal spot kecil 10 – 1 mm
-
Tahan terhadap goncangan
4.
KOLIMATOR
Pada pesawat CT-Scan, umumnya terdapat dua buah
kolimator, yaitu:
-
Kolimator pada tabung sinar-x
Fungsinya : untuk mengurangi dosis radiasi, sebagai pembatas luas lapangan
penyinaran dan mengurangi bayangan penumbra dengan adanya focal spot kecil.
-
Kolimator pada detektor
Fungsinya : untuk pengarah radiasi
menuju ke detektor, pengontrol radiasi hambur dan menentukan ketebalan lapisan
( slice thickness ).
5.
DETEKTOR DAN DAS
Setelah sinar-X menembus objek, maka akan diterima
oleh detector yang selajutnya dilakukan proses pengolahan data oleh DAS. Adapun
fungsi detector dan DAS secara garis besar adalah :
-
menangkap sinar-X yang telah menembus objek,
-
mengubah sinar-X dalam bentuk cahaya tampak,
-
kemudian mengubah cahaya tampak menjadi
signal-signal elektron dan mengubah signal tersebut ke dalam data digital.
DETEKTOR
-
Bilik Ionisasi
detektor gas (pada umumnya digunakan gas Xenon) dimana gas tersebut
dimasukkan ke dalam suatu tabung bertekanan dengan sekat paralel yang
menghasilkan tegangan tinggi.
-
Detektor Skintilasi
Detektor yang menggunakan kristal skintilasi (CSJ) yang memancarkan sinar
biru jika terpapar oleh sinar-X. Intensitas cahaya yang dihasilkan oleh kristal
skintilasi ini sebanding dengan intensitas radiasi yang mengenainya.
6.
KOMPUTER
Komputer merupakan pengendali dari semua
instrumen yang ada pada pesawat CT-Scan, berfungsi untuk melakukan proses
scanning, rekonstruksi atau pengolahan data, menampilkan (display) gambar serta
menganalisa gambar.
Adapun elemen-elemen pada komputer adalah
sebagai berikut :
-
Input device
Adalah unit yang menterjemahkan data-data dari luar ke dalam bahasa
komputer sehingga dapat menjalankan program atau instruksi.
-
CPU (Central Processing Unit)
Merupakan pusat pengolahan dan pengontrolan dari keseluruhan system
komputer yang sedang bekerja.
-
Output device
Digunakan untuk menampilkan hasil program atau instruksi sehingga dapat dengan
mudah dilihat oleh personil yang mengoperasikannya
Layar TV monitor
Berfungsi sebagai alat untuk menampilkan gambar dari objek yang diperiksa
serta menampilkan instruksi-instruksi atau program yang diberikan.
Image Recording
Berfungsi untuk menyimpan program hasil kerja dari komputer ketika melakukan
scanning, rekonstruksi dan display gambar.
Multiformat camera
Alat yang digunakan untuk memperoleh gambaran permanen dari hasil CT Scan
pada film.
OPERATOR CONSOLE
Operator console merupakan pusat semua
kegiatan scanning atau pengoperasian sistem secara umum serta berfungsi
merekonstruksi hasil gambaran sesuai dengan kebutuhan.
a.
Sistem control
Untuk menjalankan unit CT Scan, mengontrol kV, mA, waktu scanning, ketebalan
irisan, dan pengaturan parameter
b.
Printer Gambar
Merupakan alat pencetak film CT Scan
c.
Archiving
Adalah komponen yang berfungsi untuk menyimpan data-data pasien yang sewaktu-waktu
dapat dibuka kembali.
Cara Kerja CT-Scan
1.
Tabung sinar-X akan mengeluarkan sinar-X yang
akan melewati celah sempit (kolimator). Sinar-X tersebut akan menembus organ
dan akan mengalami pelemahan (atenuasi)
2.
Sinar-X itu kemudian mengenai detektor yang
mengubah energi sinar-X menjadi energi cahaya tampak.Energi yang berasal dari
detektor akan digandakan oleh Image Intensifier.
3.
Setelah itu, cahaya tampak akan masuk ke
dalam Photo Multiplier Tube (PMT) dan akan diubah menjadi pulsa atau
sinyal listrik
4.
Sebagai data analog, sinyal listrik ini akan
dikonversikan menjadi data digital oleh ADC (Analog to Digital Converter). Data
digital dari ADC (Analog to Digital Converter) akan diakuisisi ke dalam DAS (Data
Acquisition System) dan dikirim ke CPU.
5.
Pada CPU data akan diolah dan direkontruksi oleh Image Processor.Dari CPU data akan
dikirim ke monitor untuk ditampilkan, ke Memory Unit (storage) untuk disimpan
ataupun dikirim ke output devices lainnya untuk dicetak
KELEBIHAN CT-SCAN
1.
Memiliki kontras resolusi yang tinggi
2.
Pemeriksaan yang lebih cepat
3.
Hasil gambaran dapat di rekonstruksikan sesuai kebutuhan
4.
Gambar yang sangat detail
5.
Diagnose lebih akurat
6.
Tidak menimbulkan rasa sakit/ non invasif
KEKURANGAN CT-SCAN
1.
Kemungkinan kecil kanker dari paparan yang berlebihan
terhadap radiasi
2.
Tidak dianjurkan untuk wanita hamil
3.
Risiko reaksi alergi yang serius untuk bahan kontras
yang mengandung yodium
4.
Munculnya artefak (gambaran yang seharusnya tidak
ada tapi terekam).
5.
Paparan radiasi akibat sinar X yang digunakan
yaitu sekitar 4% dari radiasi sinar X saat melakukan foto rontgen.
6.
CT pada anak anak harus dilakukan dengan teknik dosis
rendah











No comments:
Post a Comment